Home Blog Apa Itu Turnitin? Fungsi, Cara Kerja, dan Perannya dalam Karya Ilmiah
Apa Itu Turnitin? Fungsi, Cara Kerja, dan Perannya dalam Karya Ilmiah
Etika Publikasi

Penulis

Nabillah Fiqa Mawarni

Tanggal

22 September 2026

Apa Itu Turnitin? Fungsi, Cara Kerja, dan Perannya dalam Karya Ilmiah

Turnitin merupakan salah satu alat yang digunakan dalam lingkungan akademik untuk membantu memeriksa kemiripan teks pada karya tulis. Penggunaannya banyak ditemukan dalam proses penulisan dan pemeriksaan karya ilmiah, seperti artikel jurnal, tugas akademik, skripsi, tesis, maupun dokumen penelitian.

Melalui pemeriksaan kemiripan, penulis dapat mengetahui bagian tertentu dalam dokumen yang memiliki kesamaan dengan sumber lain. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap cara penulisan, penggunaan kutipan, dan pencantuman sumber.

Namun, hasil pemeriksaan Turnitin perlu dipahami dengan tepat. Persentase kemiripan tidak secara otomatis menunjukkan bahwa sebuah karya merupakan plagiarisme. Interpretasi terhadap hasil pemeriksaan tetap membutuhkan pemeriksaan isi dan konteks oleh penulis atau pihak yang melakukan evaluasi.

Fungsi Turnitin dalam Karya Ilmiah

Turnitin memiliki beberapa fungsi yang berkaitan dengan proses penulisan dan pemeriksaan karya ilmiah.

1. Memeriksa Kemiripan Teks

Fungsi utama Turnitin adalah membantu mengidentifikasi kesamaan antara teks dalam dokumen dengan sumber yang terdapat dalam basis data yang digunakan oleh sistem.

Hasil pemeriksaan dapat membantu penulis menemukan bagian tulisan yang perlu diperiksa kembali.

2. Membantu Mengevaluasi Penulisan

Hasil pemeriksaan kemiripan dapat menjadi bahan evaluasi bagi penulis.

Jika terdapat bagian yang memiliki kemiripan dengan sumber tertentu, penulis dapat memeriksa kembali apakah bagian tersebut sudah ditulis dengan parafrase yang tepat atau sudah mencantumkan sitasi sesuai kebutuhan.

3. Mendukung Kesadaran terhadap Etika Akademik

Penggunaan alat pemeriksa kemiripan juga dapat membantu meningkatkan perhatian penulis terhadap pentingnya orisinalitas dan penggunaan sumber secara tepat.

Penulis menjadi lebih terbiasa untuk mencantumkan sumber ketika menggunakan gagasan atau informasi dari karya orang lain.

4. Membantu Proses Pemeriksaan Akademik

Dalam lingkungan pendidikan dan penelitian, hasil pemeriksaan kemiripan dapat digunakan sebagai salah satu bahan dalam proses evaluasi dokumen.

Namun, keputusan mengenai apakah suatu bagian tulisan bermasalah tetap perlu mempertimbangkan isi, sumber, konteks, dan ketentuan akademik yang berlaku.

Bagaimana Cara Kerja Turnitin?

Secara umum, proses pemeriksaan dimulai ketika sebuah dokumen diunggah ke sistem.

Sistem kemudian menganalisis teks dalam dokumen dan membandingkannya dengan sumber yang tersedia dalam basis data pemeriksaan.

Setelah proses tersebut dilakukan, sistem menghasilkan laporan yang menunjukkan bagian-bagian teks yang memiliki kemiripan dengan sumber tertentu.

Laporan tersebut kemudian dapat ditinjau oleh pengguna untuk mengetahui sumber kemiripan dan bagian tulisan yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Apa Itu Similarity Score?

Salah satu istilah yang sering ditemukan dalam laporan Turnitin adalah Similarity Score.

Similarity Score menunjukkan tingkat kemiripan teks yang teridentifikasi oleh sistem berdasarkan dokumen dan sumber yang dibandingkan.

Angka tersebut perlu dibaca bersama dengan laporan kemiripannya. Dua dokumen dengan persentase yang sama belum tentu memiliki kondisi yang sama karena sumber dan bagian teks yang terdeteksi dapat berbeda.

Karena itu, angka persentase sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya dasar untuk menilai kualitas atau orisinalitas suatu karya ilmiah.

Apakah Similarity Score Sama dengan Plagiarisme?

Tidak.

Kemiripan teks dan plagiarisme merupakan dua hal yang berbeda.

Sistem pemeriksaan kemiripan dapat menunjukkan bahwa terdapat teks yang sama atau mirip dengan sumber tertentu. Akan tetapi, untuk menentukan apakah kemiripan tersebut merupakan plagiarisme, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap konteks dan cara sumber tersebut digunakan.

Misalnya, kutipan langsung yang ditulis dengan benar dan disertai sumber dapat tetap terdeteksi sebagai teks yang mirip. Hal tersebut tidak berarti kutipan tersebut otomatis merupakan plagiarisme.

Oleh karena itu, laporan Turnitin sebaiknya digunakan sebagai alat bantu pemeriksaan, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan terjadinya plagiarisme.

Bagian Apa Saja yang Perlu Diperiksa?

Ketika mendapatkan hasil pemeriksaan, penulis sebaiknya tidak hanya melihat angka persentase. Beberapa bagian berikut juga perlu diperhatikan:

  • Teks yang ditandai memiliki kemiripan
  • Sumber yang ditampilkan dalam laporan
  • Apakah bagian tersebut merupakan kutipan langsung
  • Apakah sumber sudah dicantumkan dengan benar
  • Apakah parafrase sudah dilakukan dengan tepat
  • Apakah terdapat bagian tulisan yang terlalu dekat dengan sumber asli

Dengan cara tersebut, penulis dapat menggunakan laporan pemeriksaan secara lebih tepat.

Bagaimana Cara Mengurangi Kemiripan yang Tidak Diperlukan?

Jika ditemukan bagian yang memiliki kemiripan dan memang perlu diperbaiki, penulis dapat melakukan beberapa langkah.

1. Periksa Kembali Sumber

Lihat sumber yang ditampilkan dalam laporan dan pahami bagian mana yang memiliki kesamaan.

2. Perbaiki Parafrase

Jika gagasan berasal dari sumber lain tetapi ditulis terlalu dekat dengan struktur kalimat sumber, penulis dapat melakukan parafrase dengan memahami gagasannya terlebih dahulu kemudian menuliskannya kembali menggunakan struktur kalimat sendiri.

3. Gunakan Kutipan dengan Tepat

Jika suatu pernyataan memang perlu dikutip secara langsung, gunakan format kutipan sesuai gaya penulisan yang digunakan dan sertakan sumbernya.

4. Periksa Sitasi

Pastikan sumber yang digunakan dalam tulisan telah dicantumkan sesuai dengan aturan sitasi yang diterapkan pada karya ilmiah tersebut.

5. Jangan Mengubah Kata Secara Sembarangan

Mengganti beberapa kata dengan sinonim belum tentu menghasilkan parafrase yang baik. Parafrase sebaiknya menunjukkan bahwa penulis memahami gagasan dari sumber dan mampu menjelaskannya kembali dengan struktur penulisan yang berbeda.

Apakah Ada Batas Persentase Turnitin yang Berlaku untuk Semua Karya?

Tidak ada satu angka persentase yang dapat dianggap sebagai standar universal untuk semua karya ilmiah.

Batas atau ketentuan yang digunakan dapat berbeda berdasarkan institusi, jurnal, program studi, atau kebijakan pihak yang melakukan pemeriksaan.

Karena itu, penulis perlu mengikuti ketentuan resmi dari institusi atau jurnal yang menjadi tujuan publikasi, bukan menggunakan satu angka tertentu sebagai patokan untuk semua kondisi.

Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan?

Pemeriksaan kemiripan dapat dilakukan sebelum karya ilmiah dikumpulkan atau dikirimkan untuk proses tertentu.

Melakukan pemeriksaan sebelum tahap akhir memberikan kesempatan kepada penulis untuk meninjau kembali bagian yang memiliki kemiripan, memperbaiki sitasi, dan memastikan penggunaan sumber sudah dilakukan dengan benar.

Untuk artikel jurnal, pemeriksaan dapat menjadi bagian dari proses persiapan sebelum artikel disubmit, sesuai dengan ketentuan jurnal atau institusi terkait.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Turnitin

Turnitin sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu dalam proses pemeriksaan, bukan sebagai pengganti kemampuan penulis dalam menggunakan sumber secara etis.

Penulis tetap perlu memahami cara melakukan sitasi, parafrase, kutipan langsung, dan penyusunan daftar pustaka.

Selain itu, hasil pemeriksaan perlu dibaca secara keseluruhan. Persentase yang rendah tidak otomatis menjamin bahwa sebuah karya bebas dari masalah etika, begitu pula persentase yang lebih tinggi tidak otomatis berarti seluruh bagian yang terdeteksi merupakan plagiarisme.

Pemahaman terhadap sumber dan cara penggunaannya tetap menjadi bagian penting dalam menghasilkan karya ilmiah yang baik.

Punya Artikel yang Ingin Dipublikasikan?

Temukan pilihan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian Anda dan mulai proses publikasi bersama Pusat Jurnal.

Hubungi Kami / Konsultasi