Home Blog Bagaimana Cara Menulis Pendahuluan Artikel Ilmiah? Struktur dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Bagaimana Cara Menulis Pendahuluan Artikel Ilmiah? Struktur dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Penulisan Ilmiah

Penulis

Nabillah Fiqa Mawarni

Tanggal

24 September 2026

Bagaimana Cara Menulis Pendahuluan Artikel Ilmiah? Struktur dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Pendahuluan merupakan salah satu bagian penting dalam artikel ilmiah. Bagian ini menjadi tempat penulis memperkenalkan topik yang dibahas, menjelaskan masalah penelitian, serta memberikan alasan mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan.

Pendahuluan yang disusun dengan baik membantu pembaca memahami konteks penelitian sebelum masuk ke bagian metode, hasil, dan pembahasan.

Karena itu, penulis tidak cukup hanya menjelaskan topik secara umum. Pendahuluan perlu disusun secara terarah agar hubungan antara masalah, penelitian terdahulu, dan tujuan penelitian dapat terlihat dengan jelas.

Apa Itu Pendahuluan dalam Artikel Ilmiah?

Pendahuluan adalah bagian awal artikel ilmiah yang berisi latar belakang dan konteks penelitian.

Pada bagian ini, penulis dapat menjelaskan fenomena atau permasalahan yang menjadi perhatian, informasi yang sudah diketahui berdasarkan penelitian sebelumnya, serta bagian yang masih perlu dikaji.

Isi pendahuluan dapat berbeda tergantung bidang ilmu dan ketentuan jurnal. Oleh karena itu, penulis perlu menyesuaikan struktur dan panjang pendahuluan dengan panduan penulis jurnal tujuan.

Struktur Pendahuluan Artikel Ilmiah

Tidak semua jurnal menggunakan struktur yang persis sama. Namun, secara umum pendahuluan dapat disusun menggunakan beberapa bagian berikut.

1. Latar Belakang Topik

Bagian awal dapat digunakan untuk memperkenalkan topik yang akan dibahas.

Penulis perlu memberikan konteks yang cukup agar pembaca memahami masalah yang menjadi dasar penelitian.

Penjelasan sebaiknya tidak terlalu luas. Fokus pembahasan dapat diarahkan secara bertahap menuju permasalahan yang lebih spesifik.

2. Permasalahan Penelitian

Setelah menjelaskan konteks, penulis dapat mengarahkan pembahasan pada permasalahan yang ingin dikaji.

Permasalahan perlu dijelaskan secara jelas sehingga pembaca memahami apa yang menjadi perhatian utama dalam penelitian.

Data atau temuan dari sumber yang relevan dapat digunakan untuk mendukung penjelasan mengenai permasalahan tersebut.

3. Penelitian Terdahulu

Pendahuluan juga perlu menunjukkan bagaimana topik tersebut telah dibahas dalam penelitian sebelumnya.

Penulis dapat menggunakan beberapa artikel ilmiah yang relevan untuk menjelaskan pengetahuan yang sudah tersedia.

Penelitian terdahulu sebaiknya tidak hanya disebutkan satu per satu, tetapi dibandingkan atau dihubungkan dengan fokus penelitian yang sedang dilakukan.

4. Research Gap

Setelah membahas penelitian terdahulu, penulis dapat menunjukkan research gap atau celah penelitian.

Research gap dapat berupa aspek yang belum banyak dikaji, hasil penelitian yang belum konsisten, keterbatasan penelitian sebelumnya, atau konteks tertentu yang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Bagian ini membantu menjelaskan alasan mengapa penelitian baru perlu dilakukan.

5. Tujuan Penelitian

Pendahuluan kemudian dapat diarahkan pada tujuan penelitian.

Tujuan harus memiliki hubungan yang jelas dengan permasalahan dan research gap yang telah dijelaskan sebelumnya.

Dengan demikian, pembaca dapat memahami apa yang ingin dicapai melalui penelitian tersebut.

Cara Menulis Pendahuluan yang Terstruktur

Agar pendahuluan tidak melebar ke berbagai pembahasan, penulis dapat menggunakan pola dari umum ke khusus.

Misalnya:

Topik umum → masalah → penelitian terdahulu → research gap → tujuan penelitian

Pola tersebut membantu membuat alur pembahasan lebih mudah diikuti.

Setiap bagian juga sebaiknya saling berhubungan. Jangan sampai latar belakang membahas satu permasalahan, tetapi tujuan penelitian justru membahas hal yang berbeda.

Gunakan Referensi yang Relevan

Pendahuluan artikel ilmiah sebaiknya didukung oleh referensi yang relevan dengan topik.

Referensi dapat digunakan untuk memperkuat pernyataan mengenai teori, hasil penelitian sebelumnya, atau fenomena yang sedang dibahas.

Penulis perlu memastikan bahwa sumber yang digunakan memang mendukung pernyataan yang ditulis. Hindari mencantumkan referensi hanya untuk memperbanyak jumlah sitasi.

Jangan Hanya Menumpuk Sitasi

Banyaknya sitasi tidak otomatis membuat pendahuluan menjadi lebih baik.

Penulis perlu menjelaskan hubungan antara sumber yang dikutip dengan argumen penelitian.

Contohnya, daripada hanya menyebutkan beberapa penelitian secara berurutan, penulis dapat membandingkan temuan dari penelitian tersebut dan menjelaskan bagaimana hasilnya berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti.

Dengan cara ini, referensi menjadi bagian dari argumentasi, bukan sekadar daftar sumber.

Hindari Pendahuluan yang Terlalu Panjang

Pendahuluan perlu memberikan informasi yang cukup, tetapi tidak harus menjelaskan seluruh teori yang berkaitan dengan penelitian.

Pembahasan teori secara mendalam biasanya ditempatkan pada bagian yang sesuai dengan struktur artikel atau kebutuhan jurnal.

Penulis sebaiknya mempertahankan informasi yang benar-benar mendukung masalah, research gap, dan tujuan penelitian.

Hindari Pernyataan Tanpa Sumber

Pernyataan faktual yang berasal dari penelitian atau sumber tertentu sebaiknya didukung dengan referensi yang sesuai.

Misalnya, ketika menjelaskan hasil penelitian terdahulu, penulis perlu mencantumkan sumber penelitian tersebut.

Hal ini membantu pembaca menelusuri dasar informasi yang digunakan dalam artikel.

Perhatikan Kesesuaian antara Pendahuluan dan Judul

Isi pendahuluan harus tetap berhubungan dengan judul artikel.

Jika judul membahas hubungan antara dua variabel tertentu, pendahuluan perlu mengarahkan pembahasan pada kedua variabel tersebut dan hubungan yang ingin dikaji.

Hindari memasukkan terlalu banyak pembahasan yang tidak berkaitan langsung dengan fokus penelitian.

Perhatikan Panduan Jurnal

Setiap jurnal dapat memiliki ketentuan berbeda mengenai penulisan pendahuluan.

Beberapa jurnal mungkin menentukan jumlah halaman, jumlah kata, struktur artikel, gaya sitasi, atau format tertentu.

Sebelum menulis, penulis sebaiknya membaca Author Guidelines dan menyesuaikan artikel dengan ketentuan jurnal yang dituju.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari ketika menulis pendahuluan antara lain:

  • Membahas topik terlalu luas
  • Tidak menjelaskan masalah penelitian secara jelas
  • Menggunakan referensi yang tidak relevan
  • Hanya menumpuk sitasi tanpa menjelaskan hubungan antarpenelitian
  • Tidak menunjukkan research gap
  • Tujuan penelitian tidak sesuai dengan masalah
  • Menggunakan sumber yang sudah tidak relevan dengan konteks pembahasan
  • Mengulang pembahasan yang seharusnya berada pada bagian lain
  • Tidak mengikuti format jurnal tujuan

Kesalahan tersebut dapat membuat alur pendahuluan menjadi kurang jelas dan menyulitkan pembaca memahami alasan penelitian dilakukan.

Checklist Sebelum Menyelesaikan Pendahuluan

Sebelum artikel dikirimkan ke jurnal, penulis dapat memeriksa beberapa hal berikut:

  • Topik penelitian sudah diperkenalkan dengan jelas

  • Masalah penelitian sudah dijelaskan

  • Referensi yang relevan sudah digunakan

  • Penelitian terdahulu sudah dibahas

  • Research gap sudah terlihat

  • Tujuan penelitian sudah dijelaskan

  • Alur pembahasan dari umum ke khusus sudah jelas

  • Setiap pernyataan penting memiliki sumber yang sesuai

  • Isi pendahuluan sesuai dengan judul dan fokus penelitian

  • Format sudah mengikuti panduan jurnal tujuan

Pendahuluan yang baik bukan sekadar bagian pembuka artikel, tetapi menjadi dasar yang menjelaskan hubungan antara topik, permasalahan, penelitian terdahulu, research gap, dan tujuan penelitian. Dengan alur yang jelas dan referensi yang relevan, pembaca dapat memahami alasan penelitian dilakukan sebelum masuk ke bagian berikutnya.

Punya Artikel yang Ingin Dipublikasikan?

Temukan pilihan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian Anda dan mulai proses publikasi bersama Pusat Jurnal.

Hubungi Kami / Konsultasi